Kenyamanan Spasial / Ergonomi

Berikut penjelasan Kenyamanan Spasial / Ergonomi pada pendekatan K3, sebagai berikut :

1.     Kepadatan Ruang Kerja

Dalam  menghitung  luas  ruang  kerja  pada  bangunan  gedung  kantor,ditentukan  berdasarkan  ketentuan  standar  luas  ruang  kerja  pada  gedung  kantorpemerintah  dengan  klasifikasi  tidak  sederhana,  yaitu  rata-rata  sebesar  10  m2  perpengguna.Kebutuhan  total  luas  ruang  kerja  juga  dihitung  berdasarkan  jumlah  pengguna  yang  akan  ditampung  dikalikan  standar  luas  sesuai  dengan  klasifikasi bangunannya.

 

2.     Ergonomi (dari fasilitas dan sistem kerja yang disediakan)

Data menyangkut ukuran fisik atau fungsi dari tubuh manusia termasuk ukuran linier, berat  volume,  ruang  gerak  dan  lain-lain  sangat  bermanfaat  dalam  perencanaan peralatan kerja/ fasilitas  kerja  dan ruang kerja. Persyaratan ergonomis mensyaratkan agar  peralatan  dan  fasilitas  tersebut  sesuai  dengan  orang  yang  menggunakan khususnya  yang  menyangkut  dimensi  ukuran  tubuh,  sehingga  dapat  memperbaiki efisiensi dan mengurangi kelelahan kerja.

 

3.     Alur didalam ruang kerja

Pengaturan  alur  kegiatan  kerja,  sirkulasi  kerja  serta  penempatan  peralatan  dan furnitur  kerja  sangat  berpengaruh  terhadap  keselamatan,  kemudahan  dan kenyamanan  kerja, untuk itu, sebelum membentuk  jenis  ruang kerja, perlu diketahui terlebih  dahulu  antara  lain  mencakup  kegiatan  yang  akan  ditampung,  fungsi  yang akan  diwadahi,  fisik  terkait  jumlah  penghuni  yang  akan  ditampung,  peralatan  dan jaringan yang akan dipasang, serta lingkungan yang akan diciptakan (pengkondisianudara dan pencahayaan).

 

4.     Pembagian ruang difungsikan sesuai dengan peruntukkannya

Hal  terpenting  yang  sering  dihiraukan  adalah  penggunaan  suatu  ruang  yang  tidak sesuai  dengan  peruntukkannya  dan  fungsinya  semula.  Hal  itu  sering  terjadi diakibatkan  peningkatan  kebutuhan  ruang  dan  penghuni  ruang  yang  tidak  sepadan dengan  ketersedian  ruangan  untuk  mewadahinya,  sehingga  pada  akhirnya menggunakan ruangan secara acak/tidak mempunyai tujuan.